Siapa bilang motret macro sulit ?

Foto macro adalah sebuah dunia yang unik menurut saya. Dengan Foto macro kita bisa mengamati tingkah laku serangga – serangga kecil, momen – momen yang jarang kita lihat serta warna-warni keindahan di tubuh objek. Hal ini memberikan saya sebuah pencerahan, betapa besarnya karya Tuhan.

Kesenangan akan foto macro tidak semudah yang saya bayangkan. Memotret macro di perlukan kesabaran, ketekunan serta teknik penguasaan alat. Banyak teman-teman menyerah, di karenakan kesulitan untuk memdapatkan foto macro yang bagus dan akhirnya beralih ke model dll.

Di tulisan ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman dalam memotret macro. Pengalaman ini berdasarkan apa yang saya alami.
1. (Sabar) Di dunia fotograpi macro, kesabaran sangat di utamakan. Karena objek yang kita cari biasanya kecil-kecil.
2. (Waktu) Saat yang tepat untuk memotret macro adalah pagi hari sekitar jam 7 s/d jam 9, dan sore harinya sekita jam 3 s/d jam 5
3. (Penguasaan Alat) Pahami dan pelajari secara mendalam fungsi – fungsi kamera anda. Aperture, Speed dan ISO. Hal ini wajib bagi seorang fotografer, karena kamera dan Fotografer adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan.
4. (Komposisi) Untuk menghasilkan foto macro yang bagus, aturlah komposisi, carilah sudut yang bisa membuat foto jadi lebih bagus.
5. (Lighting/Flash) Terkadang di saat hunting, kita mendapati cuaca yang tidak bersahabat alias mendung. Jangan putus asa dulu, siap flash gun anda di dalam tas. Karena sangat membantu di saat – saat mendung.
6. (Flashback) Berlajarlah dari foto-foto anda sebelumnya. Hal ini sering saya lakukan sewaktu pertama kali memotret. Jadi , kita bisa melihat kekurangan – kekurangan dari foto yang kita dan mencoba di kesempatan lain untuk memperbaikinya. Pahami sudut pandang mengenai sebuah foto dan usahakan membuat karya kita menjadi ciri khas tersendiri.
7. (Tripod/monopod) Untuk hasil ketajaman yang sempurna, gunakanlah tripod atau monopod. Alat ini sangat berguna di saat kita ingin menghasilkan foto macro yang tajam. Apalagi di saat kita menggunakan lensa macro yang tidak memiliki IS (Image Stabilizer).

Semoga tulisan yang sedikit ini bisa memberikan inspirasi bagi kawan-kawan forograper. Jangan lelah untuk mencoba, teruslah berusaha...........saat ini tidak dapat, besok masih bisa. Seorang teman pernah mengatakan “Konsistensi akan berbuah manis” ^_^.


Jika Howard Schultz menyerah setelah ditolak oleh bank sebanyak 242 kali, maka tidak akan ada Starbuck hari ini..
Jika J.K Rowling menyerah setelah ditolak oleh banyak penerbit selama bertahun-tahun maka tidak akan ada Harry Potter hingga hari ini..
Dan jika Thomas Alva Edison menyerah terlalu cepat pada percobaannya yang ke 9994 maka tidak akan ada lampu yang menerangi kita malam ini..