"Hidup tidak mesti jadi orang pandai, yang penting Pandai - Pandai"

  Home     Al Qur'an     Tools     Tukaran Link     Nonton TV Live     Wallpaper Gratis     Rapidshare Search     Bisnis Online     Kontak  
  You are here:  Home

 

Mesin Pencari

 

Add to Technorati Favorites

Get updates via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Sponsor


PageRank Checker

Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000
(5 votes)
Penilaian Pengguna: / 5
BurukTerbaik 
Kamis, 22 Januari 2009

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali didompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :"Ya, ampyyyuunnnn. ......... darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan..... bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan.....Ada apa denganmu?

"Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : "Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukangwarteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ......

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: "Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan...... aku jarang lho ketemusama teman-temanmu.

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : "Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman"

Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!" "Apa itu?" uang seratus ribu penasaran.

"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu atau teman-teman kamu disana....."  [EA Forum]

Comments (1)add comment

ijonk said:

karena kecil jadi lebih simpel, so kenapa harus minder dengan yang gede...walau kecil yang penting manfaatnya chooiii...
 
report abuse
vote down
vote up
February 07, 2009 | url
Votes: +0

Tulis Komentar
smaller | bigger

security image
kode pengaman


busy
 

Radio Online


Copyright vEsti24

 

Komentar terbaru

Rumput yang indah......
serem . hahahaha :D
Trik memasukkan WSID...
masih bingung mas
City Space, by : uda...
template hasil generate d...
Artikel motivasi : J...
akhirnya ada penghuni id-...
Top